
momotor.id – Ringkasan utama: Tak hanya mobil, sepeda motor berpendingin cairan (radiator) juga rentan mengalami overheat atau panas berlebihan yang ditandai dengan menyalanya lampu indikator suhu mesin. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kerusakan komponen internal yang fatal seperti piston baret, kepala silinder melengkung, hingga mesin mogok total.
Tak hanya mobil, motor juga bisa mengalami overheat. Tanda-tanda motor mengalami overheat bisa dilihat dari lampu indikator suhu mesin yang terus menyala.
Bila kondisi temperatur mesin terbilang normal, maka lampu indikator suhu mesin motor ini tidak akan menyala. Namun jika suhu mesin meningkat di atas batas aman, lampu indikator akan menyala dan memberi peringatan pada pengendara.
Lampu indikator suhu ini memang dilengkapi sensor suhu yang terhubung ke mesin. Sensor ini mengukur suhu mesin secara terus-menerus dan mengirimkan informasi tersebut ke lampu indikator (koreksi typo dari teks asli).
Ketika suhu mesin mencapai batas yang ditetapkan oleh pabrikan, lampunya akan menyala sebagai tanda mesin mengalami overheat.
Lalu, apa penyebab terjadinya overheat pada mesin motor? Penyebabnya memang macam-macam, namun berikut adalah 5 pemicu paling umum yang wajib diwaspadai:
Coolant atau cairan pendingin berperan penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheating. Jika cairan pendingin tidak mencukupi, mesin akan kehilangan kemampuan pendinginan yang efektif.
Penyebab utamanya bisa beragam, seperti adanya kebocoran pada selang radiator, kisi-kisi radiator yang tertusuk batu, atau penguapan berlebihan akibat tutup radiator yang sudah tidak rapat.
Kipas radiator berfungsi untuk mengatur suhu mesin dengan mendorong atau mengisap aliran udara yang melewati sirip radiator. Jika kipas radiator mati, suhu mesin akan cepat melonjak saat motor terjebak kemacetan.
Kipas yang mati umumnya disebabkan oleh sekring putus, relay rusak, atau motor dinamo kipas yang sudah aus termakan usia.
Thermostat adalah katup otomatis yang bertugas mengatur sirkulasi cairan pendingin berdasarkan suhu mesin.
Jika thermostat tersumbat atau macet pada posisi tertutup, cairan pendingin dari radiator tidak akan bisa masuk mendinginkan mesin. Sebaliknya, jika terjebak di posisi terbuka terus, suhu kerja optimal mesin menjadi terganggu.
Pompa air menggerakkan sirkulasi cairan pendingin dari radiator ke blok mesin dan kembali lagi.
Ketika water pump tidak berfungsi akibat baling-balingnya patah, aus, atau mengalami kebocoran pada seal as pompa, aliran coolant akan terhambat total.
Penyebab lampu indikator suhu mesin menyala juga bisa karena kerusakan pada komponen sensor suhu itu sendiri.
Jika sensor rusak, korsleting, atau kabelnya terputus, lampu indikator bisa terus menyala meskipun temperatur mesin sebenarnya dalam kondisi normal.
Sensor yang kotor karena kerak juga kerap menghasilkan pembacaan data yang tidak akurat.
Baca juga: Tidak Perlu Panik! Begini Cara Mengatasi Motor yang Overheat di Jalan
Bila motor mengalami overheat dan pengendara tetap memaksakannya berjalan, maka ada beberapa dampak serius yang bisa terjadi seperti:
Jika lampu indikator suhu menyala atau mesin terasa sangat panas saat dikendarai, lakukan langkah darurat berikut:
Menjaga sistem pendingin motor tetap prima adalah kunci agar komponen mesin terhindar dari kerusakan fatal akibat overheat.
Rutin mengecek volume cairan coolant, membersihkan sirip radiator, dan mendeteksi dini kebocoran kecil akan menghemat biaya perbaikan besar di masa mendatang.
Baca juga: Motor Cepat Panas? Ini Cara Mengatasinya
Bisa. Meskipun tidak memiliki indikator suhu radiator, motor berpendingin udara (air-cooled) tetap bisa mengalami overheat akibat sirkulasi udara terhambat, oli mesin telat diganti atau habis, dan kebiasaan memacu mesin terlalu berat di jalanan macet.
Tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Air biasa dapat memicu timbulnya karat, kerak, serta endapan lumpur pada kisi-kisi radiator dan water pump. Selalu gunakan cairan coolant khusus berstandar pabrikan.
Umumnya, cairan coolant disarankan untuk dikuras dan diganti baru setiap jarak tempuh mencapai 20.000 km hingga 24.000 km atau sekitar 1 sampai 2 tahun sekali pemakaian normal.
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik