Loading...

Tidak Perlu Panik! Begini Cara Mengatasi Motor yang Overheat di Jalan

3 Maret 2025, 16:30 WIB

Ditulis oleh Alfon

featured-image

momotor.id – Sepeda motor juga bisa mengalami overheat alias panas berlebih pada bagian mesin. Lalu, apa yang harus dilakukan pemilik motor ketika mendapati kendaraannya mengalami kondisi tersebut?

Kondisi motor ketika overheat tentu bukan hal yang diinginkan karena bisa merusak komponen mesin. Penyebab mesin motor overheat ada bermacam-macam, mulai dari piston yang terlalu rapat hingga menyebabkan clearance piston tidak bergerak leluasa.

Faktor lainnya, oli motor tidak mengalir dengan baik sehingga komponen mesin tak bisa dilumasi secara maksimal.

Jika tidak ditangani dengan cepat, overheat dapat merusak komponen mesin seperti piston, silinder, atau bahkan menyebabkan motor mogok total.

Bagi yang motornya tiba-tiba mengalami overheat, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan guna mengatasi motor yang mendadak mengalami panas berlebih agar kembali normal.

1. Tepikan Motor di Tempat Aman

Hal pertama yang harus dilakukan saat sepeda motor mengalami overheat adalah menepikannya terlebih dahulu dan mematikan mesinnya.

Hal ini penting dilakukan agar overheat tidak berlanjut terus menerus dan berdampak terhadap kondisi mesin motor.

Ketika suhu mesin pada motor sudah mulai berlebihan sebaiknya segera berteduh dan beristirahat sesaat agar tidak menimbulkan kerusakan pada komponen motor yang lain.

Apabila motor benar-benar sudah mengalami overheating dan Anda tak tahu apa yang harus dilakukan, cara paling aman adalah dengan berhenti sejenak dan mengistirahatkan sepeda motor sampai kondisinya kembali normal.

2. Tunggu Kondisi Mesin Motor Turun Baru Diperiksa

Selanjutnya, kamu bisa mengecek kondisi mesin motor. Apakah masih dalam kondisi aktif atau sebaliknya? Sebab, pada beberapa kasus overheat yang cukup parah dapat membuat mesin tiba-tiba mati total.

Selain itu, kamu juga bisa mengalami kondisi di mana mesin motor masih menyala namun kendaraan tidak bisa dijalankan.

Mematikan mesin memberikan waktu bagi komponen untuk mendingin dan mencegah kerusakan lebih lanjut akibat panas berlebih. Jangan memaksa motor terus berjalan karena bisa memperparah kondisi.

Setelah berhenti, jangan langsung menyentuh mesin atau membuka tutup radiator (jika ada). Tunggu minimal 15-30 menit hingga suhu turun. Parkirkan motor di tempat teduh jika memungkinkan.

Mesin yang panas membutuhkan waktu untuk melepaskan panas secara alami. Membuka komponen seperti tutup radiator saat masih panas dapat menyebabkan uap panas menyembur dan membahayakan Anda.

Baca juga: Ciri-ciri Mesin Motor Mengalami Overheat, Jangan Paksakan Jalan

3. Tambahkan Air Radiator Motor

Kekurangan cairan pendingin adalah penyebab utama overheat pada motor beradiator. Cairan ini berfungsi menyerap dan membuang panas dari mesin. Pastikan tidak ada kebocoran pada selang atau radiator.

Jika levelnya di bawah garis minimum, tambahkan cairan pendingin khusus (coolant) hingga mencapai garis maksimum. Jangan gunakan air biasa kecuali dalam keadaan darurat.

4. Cek Kondisi Piston Motor

Komponen kendaraan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah piston. Piston sendiri merupakan salah satu perangkat pada kendaraan yang memiliki fungsi berkaitan dengan proses pembakaran.

Seringkali ditemukan bahwa kondisi overheat pada motor disebabkan oleh piston yang terlalu rapat. Hal ini dapat memicu saluran pelumasan oli yang terhambat dan menyebabkan mesin cepat panas.

Baca juga: Kenali Penyebab Terjadinya Overheat Pada Motor: Cegah Sebelum Kejadian

5. Periksa Oli Mesin

Oli yang kurang atau sudah rusak tidak dapat melumasi dan mendinginkan komponen mesin dengan baik, sehingga menyebabkan gesekan berlebih dan panas.

Pastikan Anda menggunakan oli dengan viskositas yang direkomendasikan (misalnya SAE 10W-40 untuk Kawasaki KLX 230).

Bagaimana cara mengecek oli motor? Sangat mudah! Cukup gunakan dipstick (biasanya ada di samping blok mesin) untuk memeriksa level oli.

Jika oli terlihat sedikit, kotor, atau berubah warna menjadi hitam pekat, segera ganti atau tambah dengan oli yang sesuai spesifikasi motor Anda.

6. Amati Putaran Kipas Radiator

Kipas radiator membantu mendinginkan cairan pendingin saat motor diam atau dalam kondisi panas ekstrem. Jika kipas mati, panas tidak tersalurkan dengan baik, dan mesin akan cepat overheat.

Nyalakan motor sebentar setelah dingin, lalu amati apakah kipas radiator berputar. Jika tidak, bisa jadi ada masalah pada sensor suhu, kabel, atau kipas itu sendiri.

Baca juga: Ternyata Ini 8 Penyebab Mesin Motor Cepat Panas, Simak Penjelasannya

7. Bawa Ke Bengkel

Perlu diingat, jangan pernah memaksakan berkendara dengan kondisi mesin motor yang mengalami panas berlebih.

Setelah motor dingin dan dinyalakan kembali, lihat apakah masih mengalami overheat lagi atau tidak? Jika iya, disarankan untuk langsung membawanya ke bengkel motor terdekat untuk dilakukan pengecekkan tiap komponen hingga penggantian oli motor.

Apabila mesin sudah mati total dan tak bisa dihidupkan, hal ini tentu akan merugikan diri kamu sendiri. Mulai dari motor yang tak bisa dipakai hingga biaya servis yang akan lebih mahal, karena peranti yang rusak sudah sangat fatal.

Selalu ingat untuk merawat motor dengan melakukan service rutin setiap bulannya.

Widget Simulasi Kredit

Simulasi kredit

Hitung estimasi cicilan dengan cepat sebelum kamu mengajukan kredit.

mesin motor
Mesin Overheat
Motor Overheat
overheat
Tips and Trick
Tips Motor
Tips Otomotif





WhatsApp-logo