Loading...

Waspada! Ini 9 Penyebab Busi Motor Cepat Rusak

7 Januari 2026, 17:22 WIB

Ditulis oleh Alfon

featured-image

momotor.id – Busi termasuk komponen penting karena memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik yang disalurkan oleh koil lalu menjadi percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin api di akhir langkah kompresi.

Jika busi mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan sistem perapian tidak akan bekerja secara sempurna.

Beberapa pengendara motor mungkin ada yang belum mengetahui cara kerja busi. Sehingga ketika busi motor mengalami kerusakan, tidak langsung melakukan penanganan pada komponen tersebut.

Dalam kondisi ideal, rata-rata busi bisa berfungsi maksimal hingga 8.000-10.000 Km. Tapi sayang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan busi jadi cepat rusak, salah satunya pengaruh perawatan dan kondisi mesin sepeda motor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lalu, apa saja yang menyebabkan busi motor cepat rusak?

1. Campuran Bahan Bakar dan Udara Tidak Seimbang

Ini adalah penyebab paling umum.

  • – Terlalu Kaya (Banyak Bensin): Jika bensin yang masuk ke ruang bakar terlalu banyak dibanding udara, pembakaran menjadi tidak sempurna. Sisa bensin yang tidak terbakar akan meninggalkan jelaga hitam (kerak karbon) pada ujung busi. Kerak ini bersifat konduktor yang bisa memicu arus pendek, sehingga busi tidak bisa memercikkan api.
  • – Terlalu Miskin (Banyak Udara): Jika terlalu banyak udara, suhu di ruang bakar akan meningkat drastis (overheat), yang dapat menyebabkan elektroda busi cepat aus atau bahkan meleleh.

2. Kebocoran Oli ke Ruang Bakar

Jika ring piston sudah aus atau seal klep bocor, oli mesin akan ikut masuk ke ruang pembakaran. Sehingga, dampaknya oli yang terbakar akan menempel di ujung busi, membuatnya basah dan hitam berminyak.

Hal ini menghambat percikan api dan membuat motor sulit dinyalakan (sering disebut busi “banjir”).

3. Filter Udara Kotor

Filter udara yang tersumbat debu membuat aliran udara ke mesin berkurang. Akibatnya, mesin secara otomatis akan menghisap bensin lebih banyak untuk mengimbangi kekurangan udara (campuran menjadi terlalu kaya).

4. Suhu Mesin Berlebih (Overheating)

Panas mesin yang tidak terkontrol (misalnya karena sistem pendingin rusak atau oli mesin habis) akan memperpendek umur busi.

Suhu yang terlalu tinggi membuat material elektroda busi lebih cepat terkikis atau rusak secara fisik.

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Usia Pakai Busi, Ini yang Bikin Umurnya Jadi Lebih Pendek

5. Penggunaan Busi yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Setiap motor memiliki spesifikasi “angka panas” (heat range) busi yang berbeda.

  • Jika menggunakan busi yang terlalu “dingin” untuk motor harian, busi akan mudah tertutup kerak karbon karena tidak mencapai suhu pembersihan mandiri.
  • Jika menggunakan busi yang terlalu “panas”, busi bisa pecah atau meleleh karena tidak kuat menahan panas mesin.

6. Pemasangan yang Tidak Tepat

Pemasangan busi yang kurang kencang dapat menyebabkan kebocoran kompresi, sementara pemasangan yang terlalu kencang atau miring bisa merusak ulir dan membuat posisi busi tidak presisi, sehingga percikan api tidak optimal.

7. Setelan Bahan Bakar Tidak Pas

Setelah bahan bakar yang salah bisa menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak. Selain sepeda motor jadi lebih boros, busi pun akan cepat mati karena terlalu banyak disiram dengan bensin.

Untuk mengeceknya, bisa melihat bagian elektroda busi. Jika setelan bahan bakar terlalu banyak, biasanya bagian atas busi akan terlihat selalu basah.

Solusinya, segera setting ulang setelan bahan bakar. Biasanya, masalah ini terjadi pada motor yang masih menggunakan karburator.

8. Kompresi Mesin Bocor

Kompresi mesin yang bocor bisa menyebabkan hilangnya tekanan di silinder ruang pembakaran atau combustion chamber.

Ciri khas utama kebocoran pada kompresi mesin adalah tenaga mesin akan ngempos, sistem pembakaran yang tidak berjalan maksimal, dan busi yang cepat mati.

Baca juga: Begini 8 Cara Merawat Busi Motor yang Bisa Dilakukan

9. Jalur Pengapian Korslet

Salah satu ciri adanya korsleting di jalur pengapian adalah motor terkadang ngadat atau brebet. Selain itu, motor pun biasanya akan mati total atau tidak bisa dihidupkan setelah dicuci.

Selain menyebabkan busi cepat mati, korsleting di jalur pengapian pun bisa menyebabkan komponen lainnya seperti CDI, koil dan spul cepat mati.

Untuk mengatasinya, cek jalur pengapian dan lihatlah apakah ada kabel yang terbakar atau terlihat korsleting.

Gimana, apakah Anda sudah paham mengenai kondisi motor sendiri? Dapatkan tips terupdate seputar dunia motor di blog Momotor.id.

Widget Simulasi Kredit

Simulasi kredit

Hitung estimasi cicilan dengan cepat sebelum kamu mengajukan kredit.

busi motor
Fungsi Busi
Fungsi Busi Motor
Ganti Busi Motor
Info Otomotif





WhatsApp-logo