
momotor.id – Busi termasuk komponen penting karena memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik yang disalurkan oleh koil lalu menjadi percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin api di akhir langkah kompresi.
Jika busi mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan sistem perapian tidak akan bekerja secara sempurna.
Beberapa pengendara motor mungkin ada yang belum mengetahui cara kerja busi. Sehingga ketika busi motor mengalami kerusakan, tidak langsung melakukan penanganan pada komponen tersebut.
Dalam kondisi ideal, rata-rata busi bisa berfungsi maksimal hingga 8.000-10.000 Km. Tapi sayang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan busi jadi cepat rusak, salah satunya pengaruh perawatan dan kondisi mesin sepeda motor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Lalu, apa saja yang menyebabkan busi motor cepat rusak?
Ini adalah penyebab paling umum.
Jika ring piston sudah aus atau seal klep bocor, oli mesin akan ikut masuk ke ruang pembakaran. Sehingga, dampaknya oli yang terbakar akan menempel di ujung busi, membuatnya basah dan hitam berminyak.
Hal ini menghambat percikan api dan membuat motor sulit dinyalakan (sering disebut busi “banjir”).
Filter udara yang tersumbat debu membuat aliran udara ke mesin berkurang. Akibatnya, mesin secara otomatis akan menghisap bensin lebih banyak untuk mengimbangi kekurangan udara (campuran menjadi terlalu kaya).
Panas mesin yang tidak terkontrol (misalnya karena sistem pendingin rusak atau oli mesin habis) akan memperpendek umur busi.
Suhu yang terlalu tinggi membuat material elektroda busi lebih cepat terkikis atau rusak secara fisik.
Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Usia Pakai Busi, Ini yang Bikin Umurnya Jadi Lebih Pendek
Setiap motor memiliki spesifikasi “angka panas” (heat range) busi yang berbeda.
Pemasangan busi yang kurang kencang dapat menyebabkan kebocoran kompresi, sementara pemasangan yang terlalu kencang atau miring bisa merusak ulir dan membuat posisi busi tidak presisi, sehingga percikan api tidak optimal.
Setelah bahan bakar yang salah bisa menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak. Selain sepeda motor jadi lebih boros, busi pun akan cepat mati karena terlalu banyak disiram dengan bensin.
Untuk mengeceknya, bisa melihat bagian elektroda busi. Jika setelan bahan bakar terlalu banyak, biasanya bagian atas busi akan terlihat selalu basah.
Solusinya, segera setting ulang setelan bahan bakar. Biasanya, masalah ini terjadi pada motor yang masih menggunakan karburator.
Kompresi mesin yang bocor bisa menyebabkan hilangnya tekanan di silinder ruang pembakaran atau combustion chamber.
Ciri khas utama kebocoran pada kompresi mesin adalah tenaga mesin akan ngempos, sistem pembakaran yang tidak berjalan maksimal, dan busi yang cepat mati.
Baca juga: Begini 8 Cara Merawat Busi Motor yang Bisa Dilakukan
Salah satu ciri adanya korsleting di jalur pengapian adalah motor terkadang ngadat atau brebet. Selain itu, motor pun biasanya akan mati total atau tidak bisa dihidupkan setelah dicuci.
Selain menyebabkan busi cepat mati, korsleting di jalur pengapian pun bisa menyebabkan komponen lainnya seperti CDI, koil dan spul cepat mati.
Untuk mengatasinya, cek jalur pengapian dan lihatlah apakah ada kabel yang terbakar atau terlihat korsleting.
Gimana, apakah Anda sudah paham mengenai kondisi motor sendiri? Dapatkan tips terupdate seputar dunia motor di blog Momotor.id.
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik