
momotor.id – Busi pada motor memiliki fungsi untuk membakar campuran udara atau bahan bakar sekaligus melepas panas dari ruang bakar.
Perawatan busi perlu dilakukan agar berfungsi dengan baik, sehingga dapat meningkatkan performa mesin dan penggunaan bahan bakar.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik motor untuk mengetahui cara merawat busi motor dengan benar.
Cara pertama dalam merawat busi motor adalah dengan memperhatikan bagian kerak pada kepala busi. Kerak pada busi dapat mengindikasikan kelayakan dari kepala busi tersebut.
Apabila kerak pada bagian kepala busi sudah tebal dan banyak, maka kepala busi harus dibersihkan. Kerak yang tebal pada kepala busi dapat menurunkan kinerja dari busi motor.
Selain itu, tegangan yang dihasilkan koil juga cenderung lebih lemah apabila kerak menebal. Oleh karena itu, pemilik motor disarankan untuk mengecek kepala busi secara rutin.
Debu dan kotoran bisa menumpuk pada busi, terutama jika sering berkendara di jalan berdebu. Lepaskan busi dengan kunci busi, lalu bersihkan elektroda dan bagian insulatornya dengan kain bersih atau sikat kawat halus. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang bisa merusak material busi.
Warna elektroda bisa menjadi indikator kondisi mesin. Jika elektroda berwarna cokelat muda, itu berarti busi dalam kondisi baik.
Namun, jika berwarna hitam atau berkerak, ini bisa menunjukkan pembakaran tidak sempurna atau masalah pada campuran bahan bakar dan udara.
Apabila kerak busi sudah tebal, maka kepala busi motor perlu dibersihkan. Hindari membersihkan kepala busi motor menggunakan amplas.
Bahan amplas bersifat abrasif, sama seperti material yang digunakan pada kepala busi. Membersihkan kepala busi menggunakan amplas dapat mengikis kepala busi.
Baca Juga: Standar Motor yang Berkarat Lama-lama Bisa Patah, Begini Cara Mencegahnya
Jarak elektroda yang tidak sesuai dapat memengaruhi performa busi. Periksa jarak elektroda dengan alat pengukur celah (feeler gauge) dan pastikan sesuai spesifikasi yang tercantum dalam buku manual motor. Jarak yang terlalu lebar atau terlalu sempit bisa menyebabkan percikan api tidak optimal.
Busi memiliki umur pakai terbatas. Idealnya, busi diganti setiap 6.000–10.000 km atau sesuai anjuran pabrikan motor.
Mengganti busi tepat waktu dapat menghindari masalah pengapian yang dapat mengganggu performa mesin.
Setelah melakukan pembersihan terhadap kepala busi motor, pemilik motor disarankan untuk memeriksa kerapatan kepala busi motor.
Usahakan kerapatan dari kepala busi motor tidak terlalu renggang atau terlalu jauh. Mesin akan sulit dinyalakan apabila kerapatan busi motor terlalu jauh.
Busi motor yang terlalu rapat juga dapat menyebabkan mesin cenderung lebih panas. Pemilik motor disarankan untuk mengecek kerapatan kepala busi bersamaan dengan penggantian oli motor.
Mesin yang sering panas berlebihan (overheating) bisa merusak busi. Jika busi sering mengalami suhu tinggi, performanya akan menurun lebih cepat.
Pastikan sistem pendinginan mesin bekerja optimal untuk menjaga suhu mesin dan busi tetap stabil.
Setiap motor biasanya memiliki spesifikasi busi yang berbeda. Pastikan menggunakan busi yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, baik dari segi tipe maupun ukuran, untuk performa yang optimal.
Itulah beberap tips yang bisa dilakukan untuk merawat busi motor dengan baik. Dapatkan berbagai tips lainnya di blog Momotor.id.
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik