Loading...

Mau Tarikan Motor Matic Lebih Enteng? Coba Lakukan Ini pada CVT, Tidak Perlu Repot Modifikasi Mesin!

27 Februari 2025, 17:20 WIB

Ditulis oleh Alfon

featured-image

momotor.id – Buat Anda pengguna motor matic, tarikan enteng adalah kunci kenyamanan berkendara, apalagi kalau sering terjebak macet atau butuh akselerasi cepat di jalanan sibuk.

Salah satu komponen yang punya peran besar di sini adalah CVT yang menjadi otak dari sistem transmisi otomatis motor matic.

Sesuai namanya, Continuously Variable Transmission atau CVT merupakan sebuah sistem penggerak mesin pada motor matic.

Mengingat fungsinya sebagai alat untuk motor, peran CVT kerap menjadi sorotan ketika tarikan motor terasa berat atau enteng.

Seperti diketahui, CVT berhubungan langsung dengan ban motor dan bertugas meneruskan laju putaran yang berasal dari mesin sampai ke roda. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa CVT bisa rusak dan membawa dampak yang serius terhadap kendaraan.

Ada beberapa ciri CVT motor matic yang telah rusak dan harus segera ditangani.

Itu sebabnya, komponen CVT kerap menjadi sasaran utama bagi pengguna motor matic yang ingin meningkatkan performa supaya laju motor lebih halus dan tarikannya semakin ringan.

Kalau CVT nggak dirawat atau kurang optimal, tarikan motor bisa terasa berat, lemot, bahkan bikin bensin boros.

Nah, berikut tips jitu supaya CVT bikin tarikan motor maticmu lebih enteng dan mudah dilakukan.

1. Rutin Bersihkan CVT dari Debu dan Kotoran

Debu, pasir, atau sisa kampas ganda yang menumpuk di rumah CVT bisa bikin kerja pulley dan v-belt jadi tersendat.

Akibatnya, tarikan terasa berat karena gesekan nggak mulus. Solusinya? Bersihkan CVT tiap 4.000–5.000 km atau pas servis besar.

Pakai angin kompresor buat tiup debu, dan lap pake kain kering biar nggak ada sisa kotoran.

2. Cek Kondisi V-Belt, Jangan Tunggu Putus

V-belt adalah jantungnya CVT yang nyambungin pulley depan dan belakang. Kalau sudah aus, retak, atau melar, tarikan motor bakal lelet banget karena tenaga dari mesin nggak tersalur maksimal.

Biasanya, v-belt harus diganti tiap 20.000–25.000 km, tapi kalau kamu sering narik gas penuh atau bawa beban berat, cek lebih cepat, misalnya tiap 15.000 km.

Pilih v-belt ori atau aftermarket berkualitas yang sesuai spek motor. Info terbaru bilang, v-belt berbahan kevlar mulai banyak dipakai karena lebih tahan panas dan bikin tarikan lebih responsif.

3. Atur Roller ke Bobot yang Pas

Roller adalah salah satu sistem kerja CVT yang memiliki peran cukup krusial, khususnya bagi motor matic. Fungsi dari roller yakni sebagai pengatur pergerakan sliding primary sheave.

Roller di pulley depan punya pengaruh besar ke tarikan motor. Bobot roller yang terlalu berat bikin tarikan awal lemot tapi top speed oke, sedangkan terlalu ringan bikin cepet start tapi kehabisan napas di kecepatan tinggi.

Karena keberadaan roller yang memiliki peran cukup penting, kamu bisa melakukan upgrade atau memodifikasi roller ini. Caranya, kamu bisa mengubah bobot roller bawaan pabrikan menjadi lebih ringan.

Sesuaikan bobot roller sama kebutuhanmu. Buat pengguna harian di perkotaan, turunin 1–2 gram dari bawaan pabrik (misal dari 15 gram jadi 13 gram) biar tarikan awal lebih enteng.

Dengan menggunakan roller yang bobotnya lebih ringan, roller akan membuat kinerja sistem tarikan CVT motor kamu menjadi lebih halus.

4. Perpanjang Jalur Roller

Di sisi lain, roller merupakan komponen yang memiliki jalurnya sendiri. Kamu bisa mengotak-atik atau mengubah jalur tersebut sesuai dengan preferensi karena roller bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal yang mana ia akan menjauhi poros putaran yang dikelilinginya.

Jika kamu ingin tarikan mesin motor lebih halus, maka kamu bisa mengubah jalur tersebut menjadi sedikit lebih panjang.

Dengan demikian, komponen roller akan bekerja mengangkat jalurnya lebih tinggi. Sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin pada putaran teratas dapat lebih terisi dan mengoptimalkan kinerjanya.

5. Pastikan Kampas Ganda Masih Berfungsi Normal

Kampas ganda (clutch shoe) di pulley belakang adalah “penutup” sistem CVT yang nerjemahin tenaga ke roda. Kalau kampas udah tipis atau licin, tenaga bakal bocor dan tarikan jadi loyo. Cek tiap 10.000 km, dan ganti kalau ketebalannya tinggal separuh dari aslinya.

Pilih kampas ori atau tipe racing yang lebih tahan panas—tergantung budget dan gaya riding. Kabar terbaru dari komunitas matic, kampas berbahan karbon lagi naik daun karena awet dan bikin tarikan lebih nendang.

6. Selalu Rutin Ganti Oli Gardan

Banyak yang fokus ke oli mesin, tapi lupa oli gardan yang juga nyawa CVT. Oli gardan bantu lumasin gear reducer di roda belakang, jadi kalau telat diganti, gesekan bakal bikin tarikan berat muncul.

Ganti oli gardan tiap 2.000–3.000 km atau barengin ganti oli mesin biar praktis. Pakai oli gardan spek SAE 80W-90 atau sesuai buku manual.

7. Jaga Ketegangan Pulley dan Bearing

Pulley yang longgar atau bearing yang oblak bisa bikin CVT “bergetar” dan tarikan jadi nggak stabil. Cek ketegangan pulley tiap servis besar, dan ganti bearing kalau udah terasa kasar pas diputar tangan.

Biaya bearing cukup terjangkau, tapi efeknya ke tarikan bikin motor kayak baru lagi. Dari pengalaman bengkel akhir-akhir ini, bearing CVT yang dilupain sering jadi biang kerok tarikan berat di motor matic berumur 3 tahun ke atas.

Baca juga: Mengenal Tipe Filter Udara Pada Sepeda Motor, Motor Kamu Pakai yang Mana?

8. Mengganti Komponen per CVT

Cara lain yang bisa kamu lakukan agar kinerja CVT lebih optimal adalah dengan mengganti komponen per pada CVT yang sudah terpasang.

Biasanya mekanik di bengkel akan menyarankan kamu untuk menggunakan per yang sedikit lebih panjang untuk mempercepat proses akselerasi dalam kendaraan.

Dapatkan tips otomotif terbaru lainnya dari blog Momotor.id.

Widget Simulasi Kredit

Simulasi kredit

Hitung estimasi cicilan dengan cepat sebelum kamu mengajukan kredit.

CVT
CVT Motor Matic
Motor Matic
Roller CVT
Tips Otomotif





WhatsApp-logo