Supaya Motor Gak Turun Mesin, Jangan Abaikan Empat Hal Ini

momotor.id - Pengendara motor sangat menghindari kondisi yang mengharuskan tunggangannya harus turun mesin. Supaya tidak turun mesin, berikut beberapa tips yang bisa dicoba pengendara motor.

Jika motor harus turun mesin, maka motor harus menginap di bengkel karena pengerjaannya cukup lama. Biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit.

Turun mesin pada motor bisa diartikan sebagai pembongkaran mesin karena komponen di dalam mesin terjadi kerusakan dan menyebabkan performa motor menurun atau bahkan mogok.

Motor turun mesin karena ada masalah pada mekanisme perputaran mesin, penyebabnya adalah tidak melakukan perawatan berkala secara rutin.

Tanda-tanda motor harus turun mesin adalah motor hilang tenaga disertai suara mesin yang kasar, knalpot keluar asap putih pekat terus menerus, bahkan motor mogok dan sulit dinyalakan kembali.

Lalu, apa yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya turun mesin? Berikut lima tips selengkapnya.

Rutin ganti oli

Tips pertama supaya motor terhindar dari potensi turun mesin adalah rutin mengganti oli. Oli sangat vital bagi motor, karena memiliki fungsi penting yaitu mendinginkan suhu mesin, mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin, serta melapisi komponen supaya tidak korosi.

Jika penggantian oli motor tidak sesuai dengan ketentuan pabrikan, maka bisa menyebabkan fungsi oli tidak maksimal. Ganti oli mesin motor maksimal 3.000 km atau 3 bulan pemakaian.

Hindari genangan tinggi

Bila menemui genangan tinggi ketika berkendara saat hujan, sebaiknya cari alternatif jalan lain dan jangan memaksa melewatinya.

Jika tidak ada jalan lain dan harus melewati genangan itu, disarankan untuk mematikan motor dan lewati genangan air dengan cara mendorong motor, serta pastikan saluran udara bersih dari air saat akan menyalakan kembali.

Hal tersebut karena pada saat melewati genangan air yang tinggi dengan kondisi mesin menyala, membutuhkan udara untuk pembakaran.

Jika motor melewati genangan air yang sejajar atau melewati filter udara, maka mesin akan menghisap udara sekaligus air. Jika air masuk sampai ruang bakar, maka akan menyebabkan water hammer, akibatnya piston rusak dan setang piston bengkok, sehingga turun mesin tidak dapat dihindari.

Rutin servis berkala

Selain melakukan perawatan yang sudah dijelaskan di atas, disarankan untuk rutin servis secara berkala di bengkel resmi. Dengan servis berkala, kesehatan motor bisa dipantau secara terjadwal, termasuk bila ada komponen yang harus diganti.

Hindari modif mesin

Mengubah spesifikasi mesin dengan cara modifikasi akan berdampak pada umur komponen di dalam mesin itu sendiri. Hal ini karena pabrikan sudah mendesain sedemikian rupa spesifikasi mesin agar komponen mesin bisa bertahan lama.

Baca juga: Empat Bagian Motor yang Bisa Jadi Bahan Modifikasi Buat Para Pemula, Gak Usah Senggol Mesin Dulu

Jika mesin dimodifikasi, maka komponen di dalamnya belum tentu bisa mengikuti spesifikasi modifikasi tersebut. Dampaknya, usia komponen bisa lebih pendek dan berpotensi turun mesin.

Selain itu, memodifikasi mesin juga menyebabkan hilangnya garansi resmi motor.

Motor Oli Motor servis berkala Turun Mesin

Rekomendasi Motor Bekas