16 Mei 2025, 15:07 WIB
Ditulis oleh Alfon

momotor.id – Di tengah hiruk-pikuk jalanan perkotaan yang semakin dinamis, pemilihan kendaraan roda dua yang tepat menjadi krusial.
Yamaha Aerox, dengan desain sporty dan performa responsif, telah lama menjadi primadona di segmen motor matik premium.
Yamaha Aerox 155 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada November 2016. Skutik bongsor dengan desain sporty ini diluncurkan di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS).
Lalu, tahun demi tahun motor Aerox mulai mendapatkan tempat di pasar otomotif lokal dan membuatnya banyak diminati, sehingga terdapat pembaharuan New Aerox 2025.
Namun, di antara berbagai varian yang ditawarkan, pertanyaan klasik yang sering muncul adalah: mana yang lebih baik, Aerox ABS atau Non-ABS?
Perbedaan paling fundamental antara Yamaha Aerox ABS dan Non-ABS terletak pada sistem pengereman.
Yamaha Aerox ABS (Anti-lock Braking System) menggunakan teknologi pengereman canggih yang dirancang untuk mencegah roda terkunci (locking up) saat pengereman mendadak, terutama pada permukaan jalan yang licin atau dalam kondisi darurat.
Sistem ini bekerja dengan memantau kecepatan putaran roda dan secara otomatis menyesuaikan tekanan rem ribuan kali per detik.
Jika terdeteksi adanya potensi roda terkunci, ABS akan melepaskan dan mengerem kembali secara cepat, menjaga traksi ban dan memungkinkan pengendara untuk tetap mengontrol arah motor.
Dengan ABS, risiko tergelincir atau kehilangan kendali saat pengereman keras jauh berkurang. Pengendara dapat mengerem dengan lebih percaya diri, bahkan dalam situasi yang menuntut respons cepat.
Varian ABS biasanya dilengkapi dengan sensor pada roda depan (dan terkadang roda belakang, tergantung model dan tahun produksi) serta modul kontrol ABS yang terintegrasi.
Pada panel instrumen, akan ada lampu indikator ABS yang menyala sebentar saat motor dinyalakan dan akan mati setelah sistem siap.
Di sisi lain, Yamaha Aerox Non-ABS masih menggunakan sistem pengereman konvensional, yaitu rem cakram pada roda depan dan rem tromol atau cakram pada roda belakang.
Pada sistem ini, kekuatan pengereman sepenuhnya dikendalikan oleh tekanan jari pengendara pada tuas rem.
Pengereman yang efektif pada varian Non-ABS sangat bergantung pada skill dan pengalaman pengendara.
Pengendara perlu melatih insting untuk melakukan pengereman progresif (bertingkat) agar tidak terjadi skidding (ban selip) atau locking up.
Karena adanya modul dan sensor ABS, varian ABS mungkin sedikit lebih berat dibandingkan varian Non-ABS, meskipun perbedaan ini biasanya sangat minimal dan tidak signifikan dalam pengalaman berkendara sehari-hari.
Di model Aerox Connected terbaru, varian yang dilengkapi ABS biasanya merupakan varian tertinggi (misalnya Connected/ABS atau sebelumnya dikenal ABS).
Varian ini tidak hanya unggul di rem, tapi juga dibekali fitur-fitur yang menambah kenyamanan dan kecanggihan:
Varian tertinggi Aerox yang dilengkapi ABS seringkali dibekali suspensi belakang ganda dengan subtank atau tabung terpisah.
Apa Bedanya? Suspensi dengan subtank umumnya memberikan performa peredaman yang lebih baik, stabil, dan minim gejala “mentok” saat melewati gundukan atau membawa beban berat. Ini berimbas pada kenyamanan dan handling yang terasa lebih premium.
Jika kenyamanan dan stabilitas handling di berbagai kondisi jalan adalah prioritas Anda, suspensi subtank pada varian ABS akan terasa perbedaannya dibandingkan suspensi standar di varian Non-ABS.
Secara garis besar, desain bodi Aerox ABS dan Non-ABS Connected sama-sama sporty. Namun, ada detail kecil yang membedakan:
Seringkali, varian ABS hadir dengan pilihan warna dan grafis yang lebih eksklusif atau premium, sementara varian Non-ABS (seperti Standard atau Connected) memiliki pilihan warna yang lebih basic atau umum.
Dalam hal mesin, kedua varian ini identik. Keduanya dibekali mesin 155cc generasi terbaru dengan teknologi Blue Core, Liquid Cooled, 4-tak, SOHC, dan Variable Valve Actuation (VVA).
Mesin ini dikenal bertenaga, responsif di putaran bawah hingga menengah berkat VVA, dan irit bahan bakar.
Jadi, performa akselerasi, top speed (dalam kondisi standar), dan efisiensi bahan bakar dasar tidak berbeda antara varian ABS dan Non-ABS.
Dengan semua fitur tambahan yang ditawarkan, sudah pasti varian ABS memiliki harga penjualan yang paling tinggi di lini Aerox.
Faktor X-nya adalah harga berdasarkan tiap varian dan warna.
Selisih harganya bisa mencapai jutaan Rupiah dibandingkan varian Non-ABS (Connected Standard/CyberCity).
Baca juga: Apa yang Bikin Yamaha Aerox Jadi Unggulan Milenial? Ternyata, Dilengkapi Fitur Ini
Keputusan akhir antara Aerox ABS dan Non-ABS sangat personal dan harus mempertimbangkan beberapa faktor:
Aerox Non-ABS adalah pilihan cerdas bagi mereka yang menginginkan performa, gaya sporty khas Aerox, dan fitur konektivitas Y-Connect dengan investasi paling efisien. Motor ini tetap kencang dan punya aura modern.
Sementara itu, Aerox ABS adalah puncak tawaran Aerox bagi mereka yang tidak mau berkompromi soal keselamatan dan kenyamanan maksimal. Kehadiran ABS bukan sekadar fitur tambahan, melainkan peningkat rasa percaya diri saat berkendara.
Ditambah Smart Key System dan suspensi subtank, varian ABS memberikan pengalaman kepemilikan dan berkendara yang terasa paling lengkap dan canggih di kelasnya. Ini adalah Aerox untuk pengendara yang menginginkan yang terbaik, bukan hanya tercepat.
Pilihan ada di tangan Anda, sesuaikan dengan kebutuhan dan gaya berkendara. Pada akhirnya, Yamaha Aerox, baik varian ABS maupun Non-ABS, tetaplah motor matik yang handal dan stylish.
Untuk Anda yang ingin membeli Yamaha New Aerox, bisa membelinya melalui Momotor.id. Dapatkan potongan DP hingga 50% untuk setiap motor baru. Lihat harga New Aerox 2025 ABS dan New Aerox 2025 Stantard.
Dapatkan kemudahan pembelian dengan cara cicilan per bulannya. Klik di sini untuk melihat simulasi cicilan motor Yamaha Aerox 2025 DP mulai Rp3 jutaan dan cicilan per bulan Rp1 jutaan.
Selamat memilih dan nikmati pengalaman berkendara dengan Yamaha Aerox!
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik