Tujuh Sebab yang Bikin Persneling Motor Jadi Keras, Bisa Cek Komponen-komponen Ini

momotor.id - Persneling yang keras pada motor manual membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman. Apalagi bila situasi ini terjadi ketika pengendara motor hendak berakselerasi.

Bila persneling motor menjadi keras, maka proses perpindahan gigi menjadi sulit dilakukan. Bila terus dibiarkan, persneling yang keras juga bisa merusak komponen transmisi.

Sebab, gesekan yang berlebih dan tekanan pada komponen terkait bisa mengakibatkan keausan bagian transmisi seperti gigi, shift fork, dan bearing.

Lalu, apa penyebab persneling motor menjadi keras sehingga menyulitkan proses perpindahan gigi? Berikut penjelasan selengkapnya.

Setelan mur dan baut

Penyebab pertama yang disebutkan adalah pengaturan setelan mur dan baut pada spelling tuas persneling yang tidak tepat. Ini mengacu pada jarak kerenggangan atau ketegangan yang dimiliki oleh tuas persneling.

Jika pengaturan ini tidak sesuai, perpindahan gigi bisa terasa lebih sulit atau keras. Jika jaraknya terlalu sempit, perpindahan gigi akan lebih mudah tapi akselerasi motor menjadi lambat. Sebaliknya, jika terlalu renggang, perpindahan gigi menjadi sulit.

Arm pendorong kopling rusak

Meski jarang diperhatikan, komponen ini sebenarnya berperan penting dalam proses perpindahan gigi. Sehingga jika rusak, perpindahan gigi akan sulit dilakukan meskipun pengaturan mur dan baut persnelingnya sudah benar.

Plat kopling rusak

Plat kopling yang rusak juga dapat membuat perpindahan gigi terasa berat. Jika plat kopling melengkung atau mengalami kerusakan lainnya, maka kerenggangan antara kampas kopling menjadi tidak maksimal sehingga bisa menghambat perpindahan gigi.

Clutch cover tidak berfungsi

Clutch cover yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat menyebabkan persneling motor keras hingga perpindahan gigi menjadi sulit. Tanda-tanda rusaknya clutch cover biasanya dapat terdengar melalui suara kasar saat memindahkan gigi transmisi.

Kampas kopling menipis

Kampas kopling yang sudah menipis akibat pemakaian berkepanjangan juga bisa membuat perpindahan gigi lebih sulit. Kampas kopling yang aus tidak lagi dapat berfungsi dengan baik, sehingga mempengaruhi kinerja persneling.

Kabel kopling terlalu kaku atau berkarat

Kabel kopling yang berkarat atau kaku fungsinya akan terganggu. Secara lebih spesifik, kabel yang tidak berfungsi dengan baik tidak akan bisa mengirimkan sinyal yang tepat untuk mengendurkan kopling saat perpindahan gigi.

Kualitas oli mesin

Oli mesin yang kualitasnya kurang baik juga bisa menjadi salah satu penyebab persneling terasa keras. Ketika oli yang digunakan tidak memiliki kemampuan pelumasan yang baik, gesekan antar gigi persneling dan komponen lain dapat meningkat.

Ini membuat persneling terasa keras dioperasikan dan juga dapat mengakibatkan ausnya komponen transmisi. Selain itu, viskositas atau tingkat kekentalan oli yang terlalu encer maupun terlalu kental juga bisa menyulitkan proses pindah gigi.

Baca juga: Beda Speedometer Analog dan Digital Pada Motor, Bukan Soal Sudah Pakai Layar LCD atau Belum

Adapun selain tujuh penyebab di atas, persneling yang keras juga bisa karena faktor teknik perpindahan gigi yang salah. Sebab, pemakaian persneling yang terlalu kasar dapat mempengaruhi kinerjanya hingga proses perpindahan gigi terasa lebih keras dan tidak mulus.

gigi motor Kampas Kopling Motor Kopling Persneling Motor

Rekomendasi Motor Bekas