29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Ditulis oleh Andre Gumintang

momotor.id – Tak hanya mobil, motor juga bisa mengalami overheat. Tanda-tanda motor mengalami overheat bisa dilihat dari lampu indikator suhu mesin yang terus menyala.
Bila kondisi temperatur mesin terbilang normal, maka lampu indikator suhu mesin motor ini tidak akan menyala. Namun jika suhu mesin meningkat di atas batas aman, lampu indikator akan menyala dan memberi peringatan pada pengendara.
Lampu indikator suhu ini memang dilengkapi sensor suhu yang terhubung ke mesin. Sensor ini mengukur suhu mesin secara terus menerus dan mengirimkan informasi tersebut ke kampu indikator.
Ketika suhu mesin mencapai batas yang ditetapkan oleh pabrikan, lampunya akan menyala sebagai tanda mesin mengalami overheat. Bila motor mengalami overheat, maka ada beberapa dampak serius yang bisa terjadi seperti:
Lalu, apa penyebab terjadinya overheat pada mesin motor? Penyebabnya memang macam-macam. Namun berikut penyebab paling umum yang mengakibatkan motor mengalami overheat.
Coolant atau cairan pendingin berperan penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheating. Jika cairan pendingin tidak mencukupi, mesin akan kehilangan kemampuan pendinginan yang efektif, sehingga suhu mesin akan naik.
Hal ini dapat menyebabkan lampu indikator suhu mesin menyala. Penyebabnya bisa beragam, contohnya seperti kebocoran pada sistem pendingin, entah itu pada selang, radiator, atau komponen lainnya.
Kebocoran tersebut akan menyebabkan cairan pendingin keluar dari sistem, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah cairan pendingin. Selain itu, penguapan yang berlebihan juga dapat mengakibatkan cairan pendingin berkurang secara signifikan.
Kipas radiator berfungsi untuk mengatur suhu mesin dengan mengatur aliran udara yang melewati radiator. Jika kipas radiator mati atau tidak berfungsi dengan baik, maka suhu mesin dapat meningkat hingga membuat lampu indikator suhu menyala.
Sementara itu, kipas radiator yang mati dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kerusakan pada motor kipas atau saklar kipas. Motor kipas yang rusak akan mengakibatkan kipas radiator tidak berputar.
Akibatnya, udara yang diperlukan untuk mendinginkan radiator tidak tercipta. Selain itu, saklar kipas yang rusak juga dapat menyebabkan kipas radiator tidak diaktifkan ketika suhu mesin mencapai batas yang ditentukan.
Thermostat adalah komponen yang bertugas mengatur aliran cairan pendingin ke dalam mesin berdasarkan suhu mesin. Jika thermostat tidak berfungsi dengan baik, aliran cairan pendingin dapat terganggu.
Hal ini akan menyebabkan suhu mesin meningkat dan lampu indikator suhu mesin menyala. Penyebab tidak berfungsinya komponen thermostat juga dapat beragam, salah satunya yaitu tersumbat sehingga aliran air radiator menjadi tidak normal.
Selain itu, thermostat yang mengalami kerusakan biasanya tidak bisa membuka katup penutupnya secara penuh, atau terjebak dalam posisi terbuka. Jika terjebak dalam posisi terbuka, maka cairan pendingin akan terus mengalir ke dalam mesin.
Pompa merupakan komponen yang menggerakkan cairan pendingin dalam sistem pendingin mesin motor. Komponen ini bertugas mengalirkan cairan pendingin dari radiator ke mesin dan kembali lagi ke radiator.
Ketika pompa air tidak berfungsi dengan baik, aliran cairan pendingin akan terhambat, menyebabkan peningkatan suhu mesin dan lampu indikator suhu menyala. Salah satu penyebab hal ini terjadi yaitu kerusakan pada baling-baling pompa.
Jika baling-baling tersebut patah atau aus, pompa tidak akan dapat memompa cairan pendingin dengan baik. Selain itu, komponen pompa yang aus atau bocor juga dapat mengakibatkan kinerjanya menurun.
Baca juga: Perbedaan SIM C, C1, dan C2 Serta Syarat Pembuatannya: Batas Minimum Usianya Gak Sama
Penyebab lampu indikator suhu mesin menyala juga bisa karena kerusakan pada komponen sensor suhu itu sendiri. Sensor suhu adalah komponen yang bertanggung jawab mengirimkan informasi suhu ke lampu indikator.
Jika komponen ini rusak, maka dapat menyebabkan lampu indikator menyala walaupun tidak ada masalah dengan temperatur mesin. Biasanya, hal ini bisa disebabkan karena ada kabel yang putus.
Akibatnya, sensor tidak dapat mengirimkan sinyal dengan benar. Selain itu, sensor suhu mesin yang kotor atau terkontaminasi juga dapat menghasilkan pembacaan yang tidak akurat.
Menjaga kesehatan mesin sepeda motor, terutama sistem pendinginnya, merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pengendara.
Dengan mengenali tanda-tanda awal, memahami penyebab utama mulai dari cairan coolant yang berkurang hingga kerusakan pada komponen kipas dan sensor, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.
Rutin melakukan servis berkala, memeriksa kondisi radiator secara berkala, serta merawat kendaraan di tempat terpercaya adalah kunci utama agar motor tetap bertenaga, efisien, dan nyaman digunakan menemani mobilitas harian Anda.
Ingin mencari motor bekas berkualitas dengan performa mesin yang terjamin prima atau butuh informasi seputar tips otomotif menarik lainnya? Temukan berbagai penawaran terbaik dan solusinya hanya di blog momotor.id!
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik