6 Januari 2025, 16:49 WIB
Ditulis oleh Danang Setiaji

momotor.id – Bila motor perlu melakukan perbaikan yang mengharuskan tindakan turun mesin, maka siap-siap menyediakan dana lebih. Pasalnya, biaya turun mesin motor relatif mahal. Apa saja faktor yang menyebabkan tindakan ini menjadi mahal ongkosnya?
Turun mesin dilakukan karena bagian mesin mengalami kerusakan yang harus diperbaiki. Dan pada kasus tertentu, mesin ini harus ‘diturunkan’ dari motor agar bisa dibongkar. Itu sebabnya mengapa tindakan ini disebut turun mesin motor.
Biaya turun mesin motor cukup bervariasi. Namun kisarannya antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta. Harga ini mungkin relatif cukup tinggi bagi sebagian orang untuk memperbaiki sepeda motornya.
Lantas, apa saja faktor yang menyebabkan biaya turun mesin motor relatif tinggi? Berikut penjelasan selengkapnya.
Makin besar kapasitas mesin, maka makin tinggi biaya turun mesinnya. Ini karena mesin dengan kubikasi yang lebih besar memiliki lebih banyak komponen rumit dan berpotensi memerlukan suku cadang yang lebih mahal.
Kualitas dan ketersediaan suku cadang untuk memperbaiki komponen mesin yang rusak juga mempengaruhi biaya perbaikan. Bila memilih suku cadang OEM, umumnya lebih mahal namun lebih terjamin kualitas dan kecocokannya. Sedangkan suku cadang aftermarket, harganya relatif lebih terjangkau namun belum tentu terjamin kualitasnya.
Kerusakan pada mesin bisa bervariasi. Bila kerusakan ringan seperti seher baret, biaya perbaikannya lebih murah ketimbang kerusakan berat seperti kruk as yang bengkok. Ini menjadi faktor berikutnya yang menentukan biaya perbaikan saat turun mesin.
Tiap bengkel memiliki biaya jasanya sendiri. Termasuk untuk layanan turun mesin. Pada bengkel resmi, umumnya sudah ada standar biayanya. Sedangkan pada bengkel umum atau spesialis, harganya bisa lebih kompetitif dan lebih variatif.
Baca juga: Suzuki Gixxer SF250 Terbaru Resmi Mengaspal, Ini Bedanya Dibanding Model Lawas
Sebagai kesimpulan, turun mesin membutuhkan ongkos perbaikan yang relatif tinggi. Karena itu, sebaiknya hindari hal ini terjadi dengan rutin melakukan servis berkala pada motor. Pastikan juga mengganti oli mesin secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan.
Karena oli berperan penting dalam melumasi bagian dalam komponen mesin agar saat bergesekan tak menyebabkan aus. Selain itu, oli juga menjaga suhu pada mesin agar tidak panas berlebih atau overheat. Terakhir, gunakan bahan bakar yang sesuai dengan kompresi mesin dan rekomendasi pabrikan.
Motor Baru
Motor Bekas
Motor Listrik