Jangan Asal Ganti, Ketahui Dulu Jenis-jenis Busi Motor Sesuai Kubikasi Mesin

momotor.id - Salah satu komponen penting pada sebuah sepeda motor adalah busi. Jika sudah waktunya, komponen ini juga perlu diganti. Namun sebelum mengganti, pastikan jenis busi yang dibeli sesuai peruntukan motor.

Busi memiliki fungsi untuk mengolah tegangan listrik yang berasal dari koil dan kemudian diubah menjadi percikan api agar memudahkan proses pembakaran.

Jika komponen busi tidak berfungsi baik, maka hal itu akan mempengaruhi proses pembakaran dan mesin tidak bisa berjalan secara optimal. Bahkan, apabila busi tidak terdapat di kendaraan, mustahil kendaraan tersebut bisa berjalan.

Seperti disebutkan di atas, jika busi sudah saatnya diganti, maka lebih baik segera dilakukan sebelum motor sulit dinyalakan. Namun sebelum mengganti, pastikan dulu busi baru yang akan dipasang sama jenisnya seperti busi yang lama.

Karena busi motor terdiri dari beberapa jenis. Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis busi motor.

Busi standar

Busi standar merupakan jenis busi bawaan pabrik. Busi ini banyak dijual di bengkel dan usia pakainya mulai dari 10-20 ribu km untuk pemakaian normal. Lebih dari itu, busi tidak bisa bekerja secara maksimal.

Busi iridium

Busi iridium biasa digunakan oleh motor dengan mesin yang memiliki cc atau kubikasi besar atau di atas 150 cc. Jenis busi ini memiliki ujung elektroda yang terbuat dari bahan nikel serta bagian tengah atau centernya terbuat dari iridium alloy.

Usia pakai busi iridium ini bisa digunakan untuk menempuh jarak 40-50 ribu kilometer. Lebih dari itu kinerjanya busi akan menurun. Kelebihan penggunaan jenis busi ini adalah dapat membantu pengendara mengurangi beban ketika sistem mesin sedang menyala.

Tegangan listrik dan percikan api yang dihasilkan pun akan keluar dalam porsi yang ideal sehingga proses pembakaran akan berjalan dengan baik.

Busi racing

Busi racing direkomendasikan untuk jenis motor balap yang membutuhkan akselerasi maksimal bagi kendaraannya. Jenis busi racing ini dirancang agar tahan terhadap temperature mesin yang tinggi.

Baca juga: Performa Mesin Menurun dan Boros Konsumsi BBM? Bisa Jadi Ruang Bakar Motor Kamu Bermasalah

Usia pakai busi racing cukup singkat karena hanya berkisar antara 20-0 ribu kilometer dan harus diganti setelahnya. Harga busi racing biasanya dibandrol dengan harga yang cukup mahal dibandingkan jenis busi lain, karena jenis busi racing ini memang tidak diperuntukkan untuk semua jenis motor, melainkan hanya untuk motor yang memiliki kapasitas mesin yang besar.

Busi platinum

Busi platinum memiliki ujung elektroda yang terbuat dari nikel sedangkan bagian centernya dari platinum. Sehingga pengaruh panas yang disalurkan ke busi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan busi standar pada umumnya.

Kelebihn busi ini adalah api yang dihasilkan lebih responsif dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Usia pakainya sendiri dapat digunakan hingga 30 ribu km.

Busi resistor

Salah satu ciri busi resistor yakni terdapat logo huruf R di bagian busi tersebut. Busi ini memiliki fungsi sebagai pelindung perangkat elektronik digital yang terpasang pada kendaraan dan ECU pada motor injeksi modern, seperti speedometer ataupun perangkat lain yang sering dipasang.

busi motor iridium Motor platinum racing standar

Rekomendasi Motor Bekas