Mengenal Jenis-jenis Bearing, Motor Kamu Pakai yang Mana?

momotor.id - Bearing atau laher merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor guna membuat gerakan mekanis. Komponen ini berfungsi untuk membuat gerakan sistem rotating sekaligus penyeimbang motor. Bearing motor itu sendiri terdiri dari beberapa jenis. Apa saja itu?

Selain menjaga kondisi bearing, pemilik motor juga perlu mengetahui bagaimana memilih jenis bearing motor yang tepat agar kinerjanya optimal. Saat ini ada banyak jenis bearing motor dengan berbagai spesifikasi. Berikut jenis-jenis bearing yang perlu diketahui.

Roller bearing

Pertama, ada roller bearing yang bentuknya silinder dengan model memanjang untuk menampung beban dengan baik. Jenis bearing yang satu ini cukup efektif digunakan untuk menopang beban motor, baik secara vertikal maupun horizontal.

Roller bearing merupakan salah satu komponen dengan kekuatan tumpuan terbaik yang memiliki banyak pilihan, seperti needle misalnya. Needle bearing ini umumnya digunakan pada poros big end yang ada di antara kruk As.

Ball bearing

Jenis bearing motor selanjutnya berbentuk bola atau lingkaran sempurna yang paling banyak ditemukan. Cara kerja dari komponen yang satu ini juga cukup sederhana, akan tetapi masih efektif untuk motor.

Ball bearing ini memiliki gerakan putaran yang bisa menahan beban radial load secara maksimal saat motor digunakan. Bantalan bola pada jenis bearing ini merupakan salah satu yang paling banyak ditemukan karena serbaguna.

Ball bearing cukup mampu untuk menjadi tumpuan motor secara optimal, meskipun sangat terlihat simpel. Beban putaran ini bisa ditahan dengan baik akibat gerakan putaran ball bearing yang cukup efektif untuk kendaraan.

Baca juga: Lima Hal yang Bikin Motor Matic Jadi Pendek Umur, Ada yang Jadi Kebiasaan Kamu?

Ball thrust bearing

Bearing yang satu ini memiliki bentuk agak mirip dengan jenis sebelumnya, yaitu sama-sama lingkaran sempurna. Akan tetapi, ball thrust bearing memiliki lapisan khusus yang membedakannya dengan model sebelumnya.

Selain itu, penggunaan ball thrust bearing juga ditujukan secara khusus untuk beberapa jenis kendaraan. Bearing ini diaplikasikan pada poros motor yang membutuhkan putaran dengan kecepatan rendah.

Tak hanya itu saja, ball thrust bearing ini diaplikasikan jika sebuah poros sudah tidak mampu lagi untuk menahan beban radial load. Jadi, ball thrust bearing ini bisa dikatakan sebagai tambahan dan bukan komponen asli dari motor.

Tapered roller bearing

Tapered roller bearing merupakan jenis selanjutnya dari komponen ini yang juga tidak dipakai pada semua motor. Bahkan, mungkin lebih sering menjumpai tapered roller bearing pada mobil dengan teknologi diesel.

Umumnya, tapered roller bearing digunakan untuk kendaraan yang ukurannya besar. Tapered roller bearing memang diciptakan untuk membantu bagian poros pada mobil tersebut.

Fungsi khusus dari jenis bearing satu ini tentu saja disesuaikan dengan kemampuannya dalam menahan beban. Selain itu, memang ada bearing yang didesain khusus untuk memenuhi standar tertentu, salah satunya tapered roller ini.

Roller thrust bearing

Jenis yang satu ini sebenarnya memiliki sedikit kemiripan dengan roller bearing terutama dari segi bentuknya. Hal yang membedakan roller thrust bearing ini dari jenis biasa yaitu posisi untuk memasangnya.

Roller thrust bearing bisa bekerja secara optimal untuk menahan beban yang ukurannya berat sekalipun. Penggunaan bearing ini umumnya digunakan untuk kendaraan bermotor dengan sistem transmisi. Penggunaan roller thrust bearing ini diaplikasikan pada gearbox kendaraan untuk memaksimalkan kinerja. Pertahanan yang dibuat oleh bearing ini sangat kuat, meskipun menumpu beban berat.

Magneting bearing

Jenis bearing ini penampilannya sedikit berbeda dengan tipe lainnya. Magneting bearing memiliki bentuk silinder dengan komponen khusus di dalamnya yang memiliki spesifikasi fungsi tertentu.

Jenis ini bekerja dengan sistem medan magnet agar bisa beroperasi dengan baik. Selain itu, kemampuan magnetic bearing juga dianggap lebih canggih jika dibandingkan dengan jenis lainnya karena adanya gaya magnet tersebut.

Magnetic bearing memiliki kemampuan untuk mampu bekerja di segala sisi ketika sudah dipasang ke kendaraan bermotor. Akan tetapi, pemasangannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan ke beberapa sistem saja agar fungsinya tetap bisa berjalan dengan baik.

Fungsi penggunaan magnetic bearing yaitu pada komponen roda gila atau disebut flywheel yang ada pada mobil. Penggunaan ini juga harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan dari kendaraan bermotor terlebih dahulu.

Bearing Motor Ganti Bearing Motor Info Otomotif Jenis Bearing Motor

Rekomendasi Motor Bekas