Mengenal Fungsi dan Jenis Bearing Pada Motor, Bikers Wajib Tahu!

momotor.id - Roda pada sepeda motor dapat berputar pada porosnya akibat dari kinerja berbagai komponen yang saling bersinergi, salah satunya bearing. Bearing atau laher motor merupakan salah satu komponen penting.

Komponen ini memiliki peran untuk mebuat gerakan mekanis roda tetap pada poros dan memperkecil gesekan. Selain itu komponen ini terletak pada bagian roda, crankshaft, ataupun bagian motor yang memiliki sistem rotasi linear. 

Namun komponen penting ini sering tidak diperhatikan oleh pengendara, padahal bearing motor ini sangat memengaruhi kenyamanna ketika mengendarai sepeda motor. Oleh karena itu ulasan ini dibuat untuk membahas tentang bearing  pada seepda motor.

Baca Juga : Lima Komponen Motor yang Mudah Berkarat, Bukan Cuma Knalpot

Pengertian Bearing Motor

Bearing atau laher merupakan salah satu komponen pada sepeda motor yang memiliki fungsi mengurangi gesekan antara bagian yang bergerak atau berputar, sehingga komponen ini bekerja sebagai perantara, sehingga kedua komponen yang bergesekan dapat bergerak dengan lancar dan efisien. 

Fungsi Bearing Motor

Laher atau bearing memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem mekanis sepeda motor, yang kita ketahui fungsi utama komponen ini untuk memfasilitasi putaran dan gerakan pada berbagai bagain motor yang bergesekan.

Selanjutnya ukurang bearing motor yang sesuai dapat memastikan bahwa bearing dapat menahan beban yang diterapkan oleh mesin. Apabila terjadi kelebihan beban dapat menyebabkan deformasi bearing, yang dapat menyebabkan kerusakan mesin. Bearing yang sesusai akan membantu kinerja mesin secara optimal. 

Kode Bearing

Setiap bearing pada sepeda motor memiliki kode masing-masing yang menunjukkan ukuran dari komponen tersebut. Contohnya bearing dengan kode 6301 ZZC3, hal tersebut memiliki cara tersendiri untuk membacanya. 

Angka pertama “6” menunjukkan kode jenis bearing, apabila menggunakan angka maka satuan ukur metrik, jika huruf maka satuan yang dipakai adalah inchi. Angka kedua “3” merupakan kode seri bearing, lalu dua angka berikutnya “01” merupakan diamete bearing. Huruf “ZZ” merupakan kode jenis penutup bearing lalu 2 kode digit terakhir “C3” merupakan penjelasan kerenggangan antara pelor dan dinding bagian dalam. 

Jenis - Jenis Bearing Motor

Laher atau bearing pada sepeda motor tersedia dalam berbagai jenis, masing - masing jenis bearing ini disesuaikan dengan kebutuhan yang spesifik sepeda motor. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis - jenis bearing pada sepeda motor. Simak penjelasan berikut. 

1. Roller Bearing

Jenis pertama terdapat roller bearing yang dikenal dengan bearing berbentuk silinder. Model ini memiliki dimensi yang cukup panjang sehingga dapat menampung beban yang lebih besar. Roller bearing sangat cocok untuk menangani beban radial. Komponen ini biasanya digunakan yang dimana beban radial tinggi namun beban aksial rendah atau tidak ada sama sekali.

2. Roller Thrust Bearing

Selanjutnya ada roller thrust bearing yang memiliki bentuk hampir serupa dengan roller bearing, namun memiliki perbedaan pada cara pemasangannya. Komponen ini cocok untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki ukuran besar dan beban yang berat. 

Penggunaan roller thrust biasanya terlihat pada gearbox pada kendaraan, di mana ia berfungsi dengan maksimal. Dalam hal kekuatan, jenis bearing ini memiliki daya tahan yang sangat kuat, memungkinkan beban berat ditopang secara optimal.

3. Ball Bearing

Ball bearing merupkana jenis laher atau bearing yang paling umum digunakan pada sepeda motor. Komponen ini terdiri dari sejumlah bola yang disusun dalam jalur melingkar. Bearing ini memiliki gerakan putaran yang dapat menahan beban radial secara maksimal ketika motor sedang digunakan. Walaupun telrihat simpel bearing ini cukup mampu menjadi tumpuan motor secara optimal. 

4. Ball Thrust Bearing

Bearing ini memiliki bentuk yang cukup mirip dengan ball bearing, yang dimana kedunya berbentuk lingkaran sempurna. Namun yang membedakan ball thrust bearing adalah bearing ini memiliki lapisan yang istimewa, yang tidak ada pada bentuk sebelumnya. 

Kegunaan dari bearing ini juga sangat khusus untuk beberap jenis kendaraan saja. Komponen ini digunakan pada poros motor yang membutuhkan putaran dengan kecepatan rendah. 

Namun bukan hanya itu, penggunaan ball thrust bearing juga relevan ketika sebuah poros sudah tak lagi mampu menanggung beban beban radial. Dengan demikian, ball thrust bearing ini dapat dianggap sebagai tambahan, dan bukan merupakan bagian asli dari motor.

5. Tapered Roller Bearing

Jenis bearing tidak digunakan pada semua jenis sepeda motor, bahkan tapered roller bearing lebih sering dijumpai pada mobil yang berteknologi diesel. Umumnya bearing ini digunakan pada kendaraan berukuran besar.

Fungsinya sangat tergantung pada kemampuan bearing ini dalam menahan beban. Selain itu, ada bearing yang spesifik didesain untuk memenuhi standar tertentu, dan salah satunya adalah jenis tapered roller bearing ini.

6. Magnetic Bearing 

Yang terakhir terdapat magnetic bearing, yang dimana penampilannya sedikit berbeda dibandingkan dengan bearing tipe lainnya. Bearing ini berbentuk silinder, dan bekerja dengan sistem medan magnet agar dapat beroperasi dengan optimal, kemampuan magnetic bearing dianggap lebih maju jika dibandingkan dengan varian lain karena memanfaatkan gaya magnet yang kuat.

Magnetic bearing memiliki kapabilitas untuk berfungsi dari segala arah setelah dipasang pada kendaraan bermotor. Fungsinya adalah terutama pada komponen roda gila, atau flywheel, pada mobil. Penggunaan ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan bermotor tertentu sebelumnya.

Baca Juga : Harga dan Cicilan New Vario 160 Tahun 2023, DP Mulai 1 Jutaan

Berikut ulasan mengenai fungsi dan jenis bearing pada sepeda motor, semoga dengan adanya ulasan ini dapat menambah wawasan anda dalam dunia otomotif khsusunya sepeda motor. Kunjungi momotor.id untuk mendapatkan penawaran menarik mengenai trade in, motor baru, motor bekas, hingga electric vehicle.

Bearing Motor Info Otomotif Jenis Bearing Motor Tips and Trick Tips Otomotif

Rekomendasi Motor Bekas