" " Mengenal 6 Ciri-Ciri Air Radiator Pada Motor Habis " "

Mengenal 6 Ciri-Ciri Air Radiator Pada Motor Habis

momotor.id - Pada kendaraan bermotor pasti memiliki sistem pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan mesin ketika proses pembakaran. Sistem ini menjadi sistem yang sangat vital karena dapat memengaruhi performa dari sepeda motor.

Sistem pendingin pada sepeda motor menggunakan radiator sebagai komponen pendinginnya, sehingga suhu pada mesin tetap stabil dan tidak mengalami panas yang berlebih atau yang biasa kita kenal dengan overheat.

Radiator dianggap ampuh untuk meredam panas pada sepeda motor ketika melakukan proses pembakaran. Terlebih lagi untuk kendaraan bermotor terbaru memiliki kompresi yang tinggi dan membutuhkan oktan bahan bakar yang tinggi pula.

Mengetahui fungsi dari radiator adalah penting, kita sebagai pemilik mobil juga harus dituntut untuk memerhatikan cairan yang ada di dalamnya. Karena air radiator atau cairan coolant dalam radiator juga memiliki masa pakai. Sehingga harus kita ganti jika sudah mengalami kendala-kendala pada sistem kerja mesin mobil.

Kita tidak perlu menunggu sampai mobil kita mogok dan overheat terlebih dahulu untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan cara mengganti air radiator. Sehingga kita perlu mengetahui ciri-ciri air radiator habis, yang bisa kita pastikan dengan langsung mengecek pada tangki air radiatornya.

Baca Juga : Fakta Seputar Air Radiator Motor yang Perlu Diketahui Para Bikers

Ciri-Ciri Air Radiator Sudah Harus Diganti

Setelah kita mengetahui peran penting dari sistem pendinginan pada kendaraan motor lebih tepatnya radiator. Alangkah baiknya kita juga mengetahui ciri-ciri air radiator pada kendaraan kita sudah harus diganti atau belum, karena hal ini akan memengaruhi performa dari mesin motor.

1. Cairan Coolant Sudah Memudar

Ciri-ciri pertama yang dapat kita ketahui yaitu cairan radiator pada kendaraan kita harus diganti apabila warna dari cairan tersebut sudah memudar. Sehingga kita sebaiknya harus mengecek bagaimana kondisi air coolant itu.

Ketika warna cairan berubah terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah ada zat yang memaksimalkan kinerja air coolant. Kedua yaitu harus segera diganti apabila warna sudah memudar, keruh, aatau bahkan terlihat seperti coklat kotor.

Apabila yang terjadi pada kendaraan kita kemungkinan kedua maka dengan segera kita harus mengganti air radiator, agar tidak menimbulkan masalah baru yang lainnya.

2. Sudah Melewati Jarak Tempuh

Sudah pasti untuk setiap kendaraan bermotor memiliki standarisasi jarak tempuh yang kemudian harus dilakukannya servis berkala. Sehingga kita perlu mengetahui berapa jarak tempuh maksimal yang direkomendasikan untuk melakukan servis berkala.

Kemudian apabila sudah melewati jarak tempuh, sebaiknya kita melakukan servis berkala, dan mengganti cairan radiator sehingga performa mesin tetap terjaga, dan terhindar dari mesin yang mengalami panas berlebih atau overheat.

3. Overheat

Karena kita ketahui fungsi utama dari radiator adalah untuk mendinginkan mesin, maka ketika air radiator sudah mulai habis menyebabkan mesin motor akan cepat panas daripada biasanya. Lalu apabila terjadi pada kondisi ekstrim, mesin motor kita dapat mengalami overheat yang menghasilkan asap dan dapat menyebabkan mesin berhenti beroperasi.

Memang kondisi mesin akan tetap panas apabila kita sedang menggunakan sepeda motor, namun suhu panas tersebut masih dalam batas wajar, sehingga tidak memengaruhi kinerja dari mesin.

4. Kebocoran pada Selang Radiator

Apabila hal ini terjadi, maka menyebabkan air radiator akan lebih cepat habis dari biasanya, sehingga memicu banyak masalah pada mesin motor. Oleh karena itu kita harus memastikan secara rutin bahwa selang atau klep terpasang dengan baik pada radiator.

Dengan begini apabila terjadi kerusakan, kita bisa lekas mengetahui dan menanganinya. Sehingga kita bisa memastikan air radiator aman dan performa motor akan tetap prima dan terjaga.

5. Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Boros

Suhu motor yang terlalu tinggi dapat memicu konsumsi bahan bakar yang berlebihan. Mungkin hal ini tidak akan terasa apabila kita berkendara dalam jangka pendek. Hal ini terjadi karena pembakaran pada mesin motor berlebihan karena sistem pendinginan tidak bekerja dengan maksimal.

6. Mesin Mati Mendadak

Kemungkinan terakhir yaitu mesin pada kendaraan kita mati secara mendadak. Hal ini sangat merepotkan kita sebagai pengendarai. Peristiwa ini penyebab utamanya adalah mesin motor yang overheat sehingga menyebabkan kerusakan yang merembet ke berbagai komponen lainnya.

Baca Juga : Ternyata Ini 8 Penyebab Mesin Motor Cepat Panas, Simak Penjelasannya

Berikut penjelsan secara singkat mengenai ciri-ciri air radiator pada sepeda motor sudah harus diganti, karena hal ini akan memengaruhi performa dari mesin motor kita yang berujung pada kenyamanan berkendara. Semoga dengan adanya ulsasan ini dapat bermanfaat.

air radiator motor Info Otomotif Radiator Motor Tips and Trick Tips Otomotif

Mengenal 6 Ciri-Ciri Air Radiator Pada Motor Habis

momotor.id - Pada kendaraan bermotor pasti memiliki sistem pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan mesin ketika proses pembakaran. Sistem ini menjadi sistem yang sangat vital karena dapat memengaruhi performa dari sepeda motor.

Sistem pendingin pada sepeda motor menggunakan radiator sebagai komponen pendinginnya, sehingga suhu pada mesin tetap stabil dan tidak mengalami panas yang berlebih atau yang biasa kita kenal dengan overheat.

Radiator dianggap ampuh untuk meredam panas pada sepeda motor ketika melakukan proses pembakaran. Terlebih lagi untuk kendaraan bermotor terbaru memiliki kompresi yang tinggi dan membutuhkan oktan bahan bakar yang tinggi pula.

Mengetahui fungsi dari radiator adalah penting, kita sebagai pemilik mobil juga harus dituntut untuk memerhatikan cairan yang ada di dalamnya. Karena air radiator atau cairan coolant dalam radiator juga memiliki masa pakai. Sehingga harus kita ganti jika sudah mengalami kendala-kendala pada sistem kerja mesin mobil.

Kita tidak perlu menunggu sampai mobil kita mogok dan overheat terlebih dahulu untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan cara mengganti air radiator. Sehingga kita perlu mengetahui ciri-ciri air radiator habis, yang bisa kita pastikan dengan langsung mengecek pada tangki air radiatornya.

Baca Juga : Fakta Seputar Air Radiator Motor yang Perlu Diketahui Para Bikers

Ciri-Ciri Air Radiator Sudah Harus Diganti

Setelah kita mengetahui peran penting dari sistem pendinginan pada kendaraan motor lebih tepatnya radiator. Alangkah baiknya kita juga mengetahui ciri-ciri air radiator pada kendaraan kita sudah harus diganti atau belum, karena hal ini akan memengaruhi performa dari mesin motor.

1. Cairan Coolant Sudah Memudar

Ciri-ciri pertama yang dapat kita ketahui yaitu cairan radiator pada kendaraan kita harus diganti apabila warna dari cairan tersebut sudah memudar. Sehingga kita sebaiknya harus mengecek bagaimana kondisi air coolant itu.

Ketika warna cairan berubah terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah ada zat yang memaksimalkan kinerja air coolant. Kedua yaitu harus segera diganti apabila warna sudah memudar, keruh, aatau bahkan terlihat seperti coklat kotor.

Apabila yang terjadi pada kendaraan kita kemungkinan kedua maka dengan segera kita harus mengganti air radiator, agar tidak menimbulkan masalah baru yang lainnya.

2. Sudah Melewati Jarak Tempuh

Sudah pasti untuk setiap kendaraan bermotor memiliki standarisasi jarak tempuh yang kemudian harus dilakukannya servis berkala. Sehingga kita perlu mengetahui berapa jarak tempuh maksimal yang direkomendasikan untuk melakukan servis berkala.

Kemudian apabila sudah melewati jarak tempuh, sebaiknya kita melakukan servis berkala, dan mengganti cairan radiator sehingga performa mesin tetap terjaga, dan terhindar dari mesin yang mengalami panas berlebih atau overheat.

3. Overheat

Karena kita ketahui fungsi utama dari radiator adalah untuk mendinginkan mesin, maka ketika air radiator sudah mulai habis menyebabkan mesin motor akan cepat panas daripada biasanya. Lalu apabila terjadi pada kondisi ekstrim, mesin motor kita dapat mengalami overheat yang menghasilkan asap dan dapat menyebabkan mesin berhenti beroperasi.

Memang kondisi mesin akan tetap panas apabila kita sedang menggunakan sepeda motor, namun suhu panas tersebut masih dalam batas wajar, sehingga tidak memengaruhi kinerja dari mesin.

4. Kebocoran pada Selang Radiator

Apabila hal ini terjadi, maka menyebabkan air radiator akan lebih cepat habis dari biasanya, sehingga memicu banyak masalah pada mesin motor. Oleh karena itu kita harus memastikan secara rutin bahwa selang atau klep terpasang dengan baik pada radiator.

Dengan begini apabila terjadi kerusakan, kita bisa lekas mengetahui dan menanganinya. Sehingga kita bisa memastikan air radiator aman dan performa motor akan tetap prima dan terjaga.

5. Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Boros

Suhu motor yang terlalu tinggi dapat memicu konsumsi bahan bakar yang berlebihan. Mungkin hal ini tidak akan terasa apabila kita berkendara dalam jangka pendek. Hal ini terjadi karena pembakaran pada mesin motor berlebihan karena sistem pendinginan tidak bekerja dengan maksimal.

6. Mesin Mati Mendadak

Kemungkinan terakhir yaitu mesin pada kendaraan kita mati secara mendadak. Hal ini sangat merepotkan kita sebagai pengendarai. Peristiwa ini penyebab utamanya adalah mesin motor yang overheat sehingga menyebabkan kerusakan yang merembet ke berbagai komponen lainnya.

Baca Juga : Ternyata Ini 8 Penyebab Mesin Motor Cepat Panas, Simak Penjelasannya

Berikut penjelsan secara singkat mengenai ciri-ciri air radiator pada sepeda motor sudah harus diganti, karena hal ini akan memengaruhi performa dari mesin motor kita yang berujung pada kenyamanan berkendara. Semoga dengan adanya ulsasan ini dapat bermanfaat.

air radiator motor Info Otomotif Radiator Motor Tips and Trick Tips Otomotif