Berikut Ciri Bearing Motor Rusak dan Cara Perawatannya, Jangan Keliru!

momotor.id - Sebagai pengendara sepeda motor sudah seharusnya kita merawat motor kita dengan baik, tidak hanya tampilan luarnya saja namun komponen di dalamnya juga wajib diperhatikan. Hal ini bertujuan agar motor kesayangan kita memiliki umur yang panjang.

Komponen dalam sepeda motor yang juga memiliki peran penting terhadap kepanjangan umur motor serta kenyamanan berkendara adalah bearing motor atau biasa dikenal dengan laher. Komponen ini memiliki fungsi untuk menumpu poros, yang dimana tumpuan tersebut memiliki beban. 

Sehingga putaran atau gerakannnya akan berlangsung secara halus dan aman. Hal ini akan memberikan pengalaman berkendara yang maksimal bagi pengendara. Oleh karena itu ulasan ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai ciri bearing motor rusak dan cara merawatnya.

Tanda Bearing Motor Rusak

Bearing pada bagian roda sepeda motor memegang peran yang sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus. Bearing pada bagian komponen ban memiliki fungsi vital dalam menghubungkan komponen kaki-kaki dengan as roda.

Dengan adanya komponen ini, roda mampu berputar secara bebas dan meningkatkan stabilitas selama perjalanan. Namun, seiring waktu dan penggunaan yang berkelanjutan pada sepeda motor, akan ada dampak yang dirasakan oleh bearing ini.

Selain itu, kondisi jalan dan alam yang tidak dapat diperdiksi membuat bearing motor lama kelaman menjadi berkurang fungsinya. Berikut beberapa indikasi atau tanda bearing pada seepda motor sudah mulai rusak. Simak penjelasan berikut.

Baca Juga : Mengenal Fungsi dan Jenis Bearing Pada Motor, Bikers Wajib Tahu!

Timbul Suara Kasar dari Roda

Salah satu pertanda bahwa bearing atau laher motor mulai rusak adalah timbulnya suara kasar pada bagian laher roda. Suara kasar ini biasanya terdengar ketika kita melewati jalan yang rusak atau tidak rata. Semakin kencang kita melaju tentu saja suaranya akan semakin kasar. 

Setang Motor Bergetar

Tanda-tanda selanjutnya adalah bergetarnya kemudi sepeda motor, tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi pengendara. Oleh karena itu, apabila sepeda motor anda sudah mengalami hal ini pastikan langsung diservice. Karena menggunakan motor dengan setang tidak stabil dapat menyebabkan kecelakaan. 

Ban Roda Depan Bergoyang

,Apabila ban roda depan sepeda motor anda sudah tidak stabil atau bergoyang ketika digunakan, maka terdapat kemungkinan bahwa bagian bearing motor sudah rusak. Hal ini tentu saja akan membuat pengendara tidak nyaman serta aman ketika mengendarai sepeda motor, karena semakin tinggi kecepatan maka semakin tidak stabil.

Clearance Bola Baja dengan Race Ball Sangat Tinggi

Jarak bersih atau clearance antara bola baja dengan race ball yang sangat tinggi ini menandakan bahwa kondisi bearing motor rusak. Ciri-ciri ini biasanya terlihat pada sepeda motor yang sudah berusia tua dan motor dengan pemakaian sering.

Panas yang Berlebihan

Kondisi bearing motor yang sudah rusak atau aus dapat menyebabkan panas yang berlebih di sekitar area bearing. Hal ini tentu saja akan memengaruhi kinerja dari roda motor dan membuat pengendara tidak nyaman ketika menggunakan sepeda motor. 

Oli yang Bocor

Tanda-tanda selanjutnya adalah oli motor yang mengalami kebocoran pada bagian bearing atau area di sekitarnya, hal ini dapat terjadi ketika bearing pada sepeda motor sudah aus atau rusak, sehingga kita sebagai pengendara harus memeriksanya lebih lanjut.

Penyebab Bearing Motor Rusak

Terdapat beberapa hal yang dapat membuat bearing sepeda motor rusak, namun hal ini tidak disadar oleh pengendara. Berikut beberapa hal yang dapat membuat bearing motor rusak. 

Berkecepatan Tinggi pada Jalan Rusak

Biasanya bearing pada sepeda motor dapat rusak diakibatkan oleh pengendara itu sendiri, salah satunya adalah berkendara dengan kecepatan tinggi pada jalan rusak, karena apabila kita melintasi lubang dengan kecepatan tinggi maka bearing motor akan menerima benturan yang cukup keras secara langsung.

Membawa Barang yang NMelebihi Kapasitas

Pengendara motor yang memaksakan membawa barang bawaan melebihi kapasitas dapat memberikan dampak yang buruk bagi sepeda motor, hal ini membuat umur bearing motor semakin pendek. Hal ini disebabkan karena beban berlebih akan memberikan tekanan yang lebih berat pada bearing.

Baca Juga : Mengenal Jenis-jenis Bearing, Motor Kamu Pakai yang Mana?

Cara Merawat Bearing Motor

Setelah kita mengetahui ciri-ciri bearing pada sepeda motor rusak serta penyebabnya, selanjutnya kita akan membahas tentang cara merawat bearing motor agar memiliki umur yang panjang. Simak penjelasan berikut. 

Goyangkan Roda ke Kiri dan Kanan

Lakukanlah inspeksi pada setiap interval 4000 kilometer atau sesuai petunjuk yang terdapat dalam buku panduan sepeda motor. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan dengan cara mengayunkan ban ke arah kiri dan kanan. 

Jika Anda merasakan adanya getaran atau ketidakstabilan pada roda, ini mungkin menandakan bahwa bearing pada roda sepeda motor sudah mengalami kerusakan dan sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi terdekat.

Hindari Kecepatan Tinggi di Jalan Rusak

Ketika sepeda motor melewati jalan yang rusak, perangkap kecepatan, atau lubang dengan kecepatan tinggi, bearing akan mengalami tekanan yang berlebihan. Situasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada bentuk dan tingkat akurasi bearing. Hal ini apabila dilakukan terus menerus maka akan membuat bearing motor akan rusak dan menyebabkan setang motor oleng. 

Bersihkan Area Roda ketika Melewati Genangan Air Kotor

Ketika musim hujan dan banjir, yang menyebabkan kita harus melewati genangan air. Air kotor tersebut dapat membuat rusaknya seal pada as roda, sehingga pelumas pada bearing roda berkurang atau hilang, yang selanjutnya akan membuat bearing lebih cepat berkarat. Oleh karena itu kita harus sering untuk mencuci sepeda motor kita. 

Hindari Membawa Barang Over Kapasitas

Banyak pengendara seringkali membawa barang bawaan berukuran besar dan berat pada sepeda motor, tanpa menyadari bahwa tindakan ini juga dapat memperpendek masa pakai bearing roda.

Ketika sepeda motor bergerak, beban yang terlalu besar memberikan tekanan tambahan pada bearing, yang dapat menyebabkan kerusakan lebih cepat. Oleh karena itu, disarankan untuk membawa barang bawaan sesuai dengan panduan yang tertera dalam buku petunjuk penggunaan sepeda motor.

Memeriksa Karet Tutup Pelindung

Teknisi akan memeriksa kondisi bearing dan melakukan tindakan yang diperlukan jika kondisinya sudah tidak optimal. Jika karet pelindung yang menutup bearing mulai rusak atau mengeras, ada risiko bahwa debu dan air dapat masuk ke dalam bearing.

Debu yang masuk dapat mengganggu pergerakan bola baja di dalam bearing, sementara air dapat menyebabkan korosi pada komponen. Oleh karena itu, penting bagi teknisi untuk melakukan pemeriksaan berkala dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Menggunakan Pelumas yang Tepat

Menggunakan pelumas yang sesuai dengan bearing juga dapat kita lakukan untuk merawat bearing, selain itu dengan menggunakan pelumas yang tepat sehingga komponen ini akan bekerja secara maksimal. 

Menggunakan Bearing yang Genuine Part

Seiring berjalannya waktu dan pemakaian sepeda motor, bearing pada sepeda motor pasti akan mengalami penurunan kualitas, sehingga kita sebagai pengendara harus mengganti bearing tersebut. Pastikan ketika mengganti bearing menggunakan bearing yang asli atau Genuine Part yang dimana kualitasnya sudah terjamin.

Baca Juga : Harga dan Cicilan New Vario 160 Tahun 2023, DP Mulai 1 Jutaan

Berikut ulasan mengenai ciri-ciri bearing motor sudah rusak, penyebab kerusakan hingga cara perawatannya. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat menambah wawasan anda dalam dunia otomotif khususnya sepeda motor. Kunjungi momotor.id untuk mendapatkan penawaran menarik mengenai trade in, motor baru, motor bekas, hingga electric vehicle.

Bearing Motor Bearing Motor Rusak Cara Merawat Bearing Info Otomotif Tips and Trick Tips Otomotif

Rekomendasi Motor Bekas