Enam Hal yang Perlu Dicek untuk Memastikan Keaslian Oli Motor: Bukan Hanya Warna dan Baunya

momotor.id - Menggunakan oli palsu untuk sepeda motor sangat tak direkomendasikan. Lalu, apa saja yang perlu dicek untuk memastikan oli motor yang dibeli adalah produk asli alias bukan barang palsu?

Pada umumnya, membedakan oli motor apakah asli atau tidak biasa dilihat dari warna dan baunya. Oli motor yang asli umumnya berwarna biru, kuning keemasan, atau merah.

Oli yang benar-benar asli dan berkualitas tidak mengendap, terlihat jernih dan bening. Aroma oli asli nyaris tidak berbau, walaupun ada sebagian yang memiliki aroma wangi.

Sedangkan pada oli palsu warnanya terlihat kecoklatan cenderung hitam dan keruh karena berasal dari oli bekas yang kemudian disaring.

Pada oli palsu juga terlihat ada endapan yang berasal dari penambahan zat kimia tertentu. Tidak hanya itu, sebagian besar oli palsu beraroma tidak sedap, menyengat, atau berbau tengik.

Namun sebelum membuka kemasan, pemilik motor sebenarnya juga bisa mengecek bagian-bagian ini pada botol oli untuk memastikannya apakah produk asli atau palsu. Berikut penjelasan selengkapnya.

Kode produksi

Bagian ini perlu dicek untuk melihat apakah oli tersebut palsu atau asli. Kalaupun ada, samakan apakah kode produksi tersebut sesuai antara yang ada pada botor kemasan dengan yang terdapat pada tutup botol.

Saat ini, beberapa produsen juga sudah menyediakan layanan untuk mengecek keaslian produk melalui situs resmi mereka dengan memasukkan kode tertentu.

Tanda pengaman

Banyaknya oli palsu yang beredar di pasaran membuat produsen oli harus melakukan berbagai upaya. Salah satunya menambahkan tanda pengaman ekstra berupa segel, barcode, atau stiker hologram.

Tanda pengaman inilah yang tidak akan ditemukan pada oli motor palsu. Khusus untuk tanda pengenal pada oli yang berupa barcode, jangan dibeli apabila kode barcode pernah dipindai (scan). Sebab, barcode tersebut hanya bisa dipindai sebanyak satu kali.

Jadi, apabila tertera informasi bahwa barcode pernah dipindai sebelumnya, ada kemungkinan isi dari kemasan oli tersebut sudah diganti dengan yang palsu.

Label

Label yang melekat pada kemasan oli palsu biasanya terlihat kusam atau buram karena menggunakan botol oli bekas pakai.

Selain itu, ada pula yang menggunakan label dari kertas stiker yang murah (stiker bontak). Berbeda dengan kemasan label yang ada pada oli asli.

Produsen oli resmi akan menggunakan stiker yang umumnya terbuat dari bahan vinyl dan berwarna cerah serta huruf yang bisa terbaca dengan jelas.

Secara keseluruhan, kemasan oli yang palsu akan terlihat kurang presisi, buram, dan huruf yang blur. Sedangkan kemasan oli asli memiliki warna yang cerah, presisi, dan tidak buram dengan font penulisan yang juga terlihat rapi.

Fisik botol

Pada botol oli yang asli pastinya menggunakan kemasan botol baru, berwarna cerah dengan kondisi tidak ada goresan atau terlihat penyok. Berbeda dengan kondisi botol oli palsu.

Botol oli palsu biasanya menggunakan botol bekas sehingga tidak heran jika pada kemasan botol akan terdapat goresan atau penyok.

Tutup botol

Cara membedakan antara oli asli dengan yang palsu juga bisa dilihat dari bagian tutup botolnya. Sebagai informasi, kemasan oli dari pabrikan oli resmi menggunakan tutup botol dengan desain sekali pakai.

Selain itu, pada bagian tutupnya terlihat rapat dan kencang karena terdapat seal yang berfungsi sebagai pengunci dari tutup botol oli. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bagian tutup botol yang ada pada oli palsu.

Di bagian tutup botol kemasan oli yang palsu tidak diberi seal sehingga bagian tutup botol oli terkesan longgar.

Baca juga: Fungsi Fitur ASR Pada Vespa GTS 150 Classic dan Super Sport: Berguna Buat Lewati Jalanan Basah atau Berkerikil

Harga

Berdasarkan harga sebenarnya sudah bisa terlihat perbedaan antara oli motor palsu dengan yang asli. Untuk oli asli pada umumnya memiliki harga jual yang hampir sama atau tidak berbeda jauh di seluruh toko yang ada di Indonesia.

Sedangkan pada oli yang palsu berani memberikan harga yang sangat murah. Namun, ciri oli motor palsu berdasarkan perbedaan harga tersebut tidak bisa dijadikan patokan yang baku.

Pasalnya, ada produsen yang menawarkan harga terjangkau namun kualitas oli yang diproduksinya cukup terjamin. Intinya, waspadalah ketika ada yang berani memberikan harga lebih murah dengan selisih antara 30-50 persen.

Sebab, ada kemungkinan oli yang hendak Anda beli tersebut bukan yang asli. Untuk mendapatkan oli yang asli, sebaiknya langsung mendatangi toko resmi sesuai rekomendasi dari pabrikan.

oli asli Oli Motor oli palsu

Rekomendasi Motor Bekas