Bagaimana Cara Kerja Motor Listrik? Berikut Kelebihan dan Kekurangannya

momotor.id - Indonesia menjadi salah satu negara terbesar yang menggunakan motor sebagai alat transportasi pribadi yang membantu mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. 

Tercatat sebanyak 115 juta sepeda motor di Indonesia menurut data yang dilansir oleh BPS pada tahun 2020. 

Banyaknya pengguna motor tersebut tidak selaras dengan jumlah pengguna motor yang paham dengan prinsip kerja dari motor listrik.

Secara sederhana cara kerja motor listrik adalah mengubah energi listrik ke energi mekanik atau disebut juga energi gerak sehingga dapat bergerak. 

Pada dasarnya terdaapt 2 jenis motor listrik, yaitu motor listrik AC (Alternative Current) atau searah dan motor listrik DC (Direct Current) atau dua arah.

Baca Juga : Volta-MCAS Group Luncurkan Motor Listrik Virgo and the Sparklings, Harga Mulai Rp15 Jutaan

Motor Lisrik AC (Alternative Current)

Motor Listrik AC adalah motor listrik yang bekerja dengan cara memanfaatkan tegangan AC (Alternative Current) atau bisa juga disebut sumber arus bolak balik agar dapat menggerakan motor tersebut. 

Biasanya motor ini memiliki ukuran yang lebih besar hal ini dapat kita lihat pada pompa air yang digunakan di rumah. 

Selain itu motor listrik AC juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu motor sinkron (synchronous) dan motor induksi (induction). Motor listrik AC terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu, motor sinkron (synchronous) dan motor induksi (induction):

1.Motor Sinkron (Synchronous)

Motor dengan jenis sinkron ini memiliki cara kerja berkecepatan tetap dengan frekuensi tertentu. 

Prinsip kerja dari motor listrik tipe ini dipengaruhi oleh interaksi antara medan magnet stator dan medan magnet rotor, stator merupakan bagian yang diam sedangkan rotor adalah bagian yang bergerak, magnet ini akan disinkronkan pada medan magnet berputar.

Motor ini memiliki kelebihan yaitu arus eksitasinya dapat diatur dengan mudah, memiliki kecepatan yang konstan, hanya butuh kecepatan dibawah 500RPM untuk operasi sistemnya, dan dari segi harga juga lebih murah dibandingkan motor induksi.

2. Motor Induksi (Induction)

Cara kerja motor listrik ini dikenal dengan mesin asinkron yang cukup unik, unik karena mesin ini tidak beroperasi dengan kecepatan yang sinkron sehingga disebut asinkron. 

Motor induksi memanfaatkan Gaya Lorentz sehingga menimbulkan arus yang mengalir di stator dan rotor, atau bisa juga dibilang memanfaatkan gaya elektromagnetik. 

Mesin ini terdiri dari dua tipe, yakni satu phase dan tiga phase. Tipe satu phase memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding tiga phase sehingga banyak orang yang memilih tiga phase

Motor induksi satu phase ini memanfaatkan arus bolak balik satu phase sedangkan yang tiga phase menggunkan arus bolak balik tiga phase sebagai sumber penggeraknya. 

Motor listrik ini memiliki kelebihan pada konstruksinya yang sederhana sehingga menciptakan putaran yang konstan.

Motor Listrik DC (Direct Current)

Motor listrik DC ini memanfaatkan sumber arus searah untuk merubah gaya listrik menjadi gaya gerak. Motor listrik DC biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding AC.

Menyebabkan motor listrik DC dapat disematkan ke beberapa barang elektronik yang kita gunakan sehari-hari, seperti blower, wiper, bor listrik, motor listrik DC ini juga ada pada mainan tamiya. 

Prinsip kerja dari Motor Listrik DC ini menggunakan fenomena elektromagnet agar dapat bergerak, pada motor ini kumparan medan disebut sebagai stator (bagian yang diam) dan kumparan jangkar disebut sebagai rotor (bagian yang bergerak).

Berawal dari mengalirkan arus listrik pada kumparan, menyebabkan bagian kumparan yang bersifat utara akan menghadap ke utara magnet, begitu sebaliknya sehingga terjadi gaya saling tarik menarik yang membuat pergerakan dari kumparan berhenti.

Untuk menggerakannya lagi dengan cara mengubah arah arus listrik yang dialirkan pada kumparan, siklus ini dilakukan secara terus menerus sampai arus listrik pada kumparan diputus. 

Motor listrik ini memiliki harga yang lebih murah dibanding motor listrik AC, tetapi terdapat kelemahan juga yaitu memiliki biauya perbaikan yang lebih mahal. 

Motor Listrik DC terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Motor DC Sumber Daya Terpisah (Separately Excited)

Motor ini menggunakan sumber daya terpisah yang terpisah, sumber arus listrik untuk kumparan medan listrik berbeda dengan sumber arus listrik kumparan jangkar. 

Hal ini menyebabkan motor DC jenis ini lebih mahal sehingga jarang digunakan, biasanya digunakan untuk kebutuhan di laboratorium untuk penelitian.

2. Motor DC Sumber Daya Sendiri (Self Excited)

Motor ini menggunakan sumber daya yang tidak terpisah atau sendiri, jadi kumparan medan dan kumparan jangkar berasal dari satu sumber arus listrik.

Smber listrik tersebut mengalirkan arus listrik ke kumparan medan lalu menyambungkan ke kumparan jangkar dengan cara seri, paralel atau seri paralel sesuai dengan kebutuhan. 

Baca Juga : Spesifikasi Motor Listrik Yamaha E01 yang Dimensinya Mirip Nmax, Punya Tiga Mode Berkendara

Kelebihan dan Kekurangan Motor DC dibandingkan Motor AC

Setelah kita mengetahui secara singkat tentang motor listrik DC berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari motor listrik DC dibandingkan motor listrik AC:

Kelebihan Motor DC

  • Torsi awal yang besar 
  • Kecepatan dan Torsi mudah untuk dikendalikan
  • Cocok untuk aplikasi yang berdaya rendah, karena lebih murah
  • Memiliki performa mendekati linier
  • Sistem kontrol relatif lebih sederhana dan murah

Kekurangan Motor DC

  • Dimensi lebih besar dan harga lebih mahal
  • Biaya perawatan lebih mahal dibanding AC
  • Tidak cocok digunakan pada lingkungan yang cepat kotor atau berdebu
  • Tidak cocok jika untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi
  • Tidak cocok pada aplikasi yang membutuhkan daya besar

Bagaimana, sudah paham kan bagaimana cara kerja motor listrik? Dapatkan berbagai tips terupdate lainnya seputar dunia otomotif, khususnya motor hanya di momotor.id.

Cara Kerja Motor Listrik Info Otomotif Tips and Trick Tips Otomotif

Rekomendasi Motor Bekas